23 Juni 202621 kali dibaca

Mengapa Kita Diciptakan oleh Sang Pencipta? Apa yang Diinginkan-Nya pada Kita?

Apakah masuk akal bila Allah menciptakan semua makhluk ini tanpa tujuan? Apakah Allah menciptakannya sia-sia, padahal Dia Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui? Apakah masuk akal, bahwa Tuhan yang menciptakan kita dengan sangat rapi dan sempurna serta menundukkan bagi kita semua yang ada di langit dan bumi, ternyata menciptakan kita tanpa tujuan atau membiarkan kita tanpa jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan paling penting yang menghantui pikiran kita, semisal: Mengapa kita ada di dunia ini? Ada

Apakah masuk akal bila Allah menciptakan semua makhluk ini tanpa tujuan? Apakah Allah menciptakannya sia-sia, padahal Dia Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui?

Apakah masuk akal, bahwa Tuhan yang menciptakan kita dengan sangat rapi dan sempurna serta menundukkan bagi kita semua yang ada di langit dan bumi, ternyata menciptakan kita tanpa tujuan atau membiarkan kita tanpa jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan paling penting yang menghantui pikiran kita, semisal: Mengapa kita ada di dunia ini? Ada apa setelah kematian? Apa tujuan kita diciptakan? Apakah masuk akal, bahwa tidak terdapat hukuman bagi orang yang zalim dan ganjaran bagi orang yang berbuat baik?

Allah -Subhānahu wa Ta'āla- berfirman,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
"Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"(QS. Al-Mu`minūn: 115)

Allah mengutus para rasul agar kita mengetahui tujuan keberadaan kita, membimbing kita tentang tata cara beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya, serta mengajarkan apa yang diinginkan-Nya dari kita dan cara meraih rida-Nya. Di samping itu, Dia juga mengabari kita tentang ujung perjalanan kita setelah kematian.

Allah mengutus para rasul untuk mengajari kita bahwa Dia semata yang berhak terhadap ibadah dan agar kita mengetahui tata cara beribadah kepada-Nya, menyampaikan kepada kita perintah dan larangan-Nya, dan mengajari kita nilai-nilai luhur yang akan menjadikan kehidupan kita indah sekaligus diliputi kebaikan dan keberkahan jika kita mengamalkannya.

Allah telah mengutus banyak rasul, misalnya: Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa. Allah memberikan para rasul tersebut tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran mereka dan bahwa mereka diutus dari sisi-Nya. Adapun rasul yang paling terakhir adalah Muhammad .

Para rasul telah mengabari kita dengan sangat jelas bahwa kehidupan ini adalah ujian dan bahwa kehidupan sebenarnya akan hadir setelah kematian.

Mereka juga mengajarkan bahwa ada surga yang dipersiapkan bagi orang-orang mukmin yang beribadah hanya kepada Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, serta beriman kepada semua rasul. Sebaliknya, ada juga neraka yang disiapkan oleh Allah bagi orang-orang kafir yang menyembah sembahan-sembahan lain bersama Allah atau yang kafir kepada siapa pun di antara rasul-rasul Allah.

Allah Ta'ala berfirman, يَا بَنِي آدَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْيَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي فَمَنِ اتَّقَى وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepada kamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Tetapi, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."(QS. Al-A'rāf: 35-36)

Allah Ta'ala juga berfirman, أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ٢١ "Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa

لَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Jika kamu meragukan (Al-Qur`an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang-orang yang benar

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ Jika kamu tidak mampu membuatnya dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, 'Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.' Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya."(QS. Al-Baqarah: 21-25)

Bagikan artikel ini
WhatsAppX

Lainnya

Mungkin kamu juga suka

Semua artikel →